UU Cyber sudah disahkan DPR

Akhirnya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) disahkan tanggal 25-3-2008 oleh DPR.
Tonggak baru hukum didunia cyber Indonesia. Dimana dari UU ini akan lahir lagi berbagai perpu dan perpres.
Maka sebuah tanda tangan elektronik atau klik agree suatu agreement memiliki kekuasaan hukum yang sama dengan UU konvensional. (Hal ini pernah saya lemparkan ke forum sedikit di thread mengenai perjanjian dua pihak).
Dengan lahirnya UU ini merupakan wujud rezim hukum baru yang yurisdiktif ekstrateritorial dan alat bukti elektronik.
UU ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum terutama kepada kejahatan cyber Seperti carding, hacking, tracking, booting, virus, cyber squatting, penipuan, perjudian dan terorisme.
UU ini juga menyebutkan bahwa sebuah perangkat elektronik dapat dijadikan alat bukti alternatif pada KUHP
dimana dengan UU ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi pemanfaatan internet dalam kehidupan sehari-hari,
baik secara personal, institusional maupun pemerintah.

Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) resmi disahkan di DPR-RI pada Selasa kemarin (25/03). UU tersebut masih belum menggunakan penomoran karena masih menunggu UU dari Sekretariat Negara.

UU ITE merupakan UU Cyber pertama yang akan diberlakukan di Indonesia.Undang-undang tersebut diharapkan akan menjadi dasar penegakan hukum untuk transaksi online di wilayah Indonesia meski dilakukan di dunia maya. Salah satu pasal UU tersebut di Bab VII tentang Perbuatan Yang Dilarang, Pasal 31 ayat (1) dan (2) menyebutkan,  “mereka yang secara sengaja dan tanpa hak melakukan penyadapan atas informasi dan/atau dokumen elektronik pada komputer atau alat elektronik milik orang lain akan dikenakan hukuman berupa penjara dan/atau denda.”

Perbuatan terlarang tersebut akan mendapatkan sanksi yang diatur di dalam Bab XI tentang Ketentuan Pidana Pasal 47 yang berbunyi: Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).

Semoga UU ITE benar-benar menjamin kenyamanan pengguna layanan transaksi elektronik yang rentan terkena sasaran kejahatan cyber.  Unduh UU ITE tersebut di sini: uu-ite.pdf

Perihal abasozora
i miss u mama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: